Jakarta, 19 September 2026 – Ikhwan Ali Tanamal mendapatkan pengalaman istimewa dalam perjalanan kariernya setelah menjalani debut di kompetisi Asia bersama Persib Bandung. Pemain muda kelahiran Tulehu tersebut tampil ketika Maung Bandung menaklukkan FC Seoul dengan skor 1-0 pada pertandingan pertama Grup E AFC Champions League Two 2026/2027. Pertandingan berlangsung di Seoul World Cup Stadium, Korea Selatan, Rabu, 16 September 2026. Ikhwan masuk pada babak kedua dan membantu Persib mempertahankan keunggulan hingga pertandingan selesai. Kemenangan tersebut membuat debutnya terasa semakin lengkap karena Persib langsung membawa pulang tiga poin dari markas klub Korea Selatan. Ikhwan mengaku bangga sekaligus senang mendapatkan kesempatan pertama tampil di level Asia dengan hasil positif.
Persib tidak membutuhkan waktu lama untuk mencetak gol dalam pertandingan tersebut. Julio Cesar membawa Maung Bandung unggul ketika pertandingan baru berjalan lima menit setelah memanfaatkan situasi sepak pojok. Marc Klok mengirimkan bola ke area berbahaya sebelum Julio Cesar menyelesaikan peluang tersebut menjadi gol. Keunggulan cepat memberikan kesempatan kepada Persib untuk mengatur permainan menghadapi tekanan FC Seoul. Tuan rumah kemudian berusaha meningkatkan intensitas serangan dan memaksa lini pertahanan Persib bekerja keras sepanjang pertandingan. Meski menghadapi tekanan, tim asuhan Igor Tolic mampu menjaga organisasi permainan dan tidak membiarkan FC Seoul menyamakan kedudukan. Skor 1-0 akhirnya bertahan hingga pertandingan berakhir dan memastikan Persib mengawali perjalanan Grup E dengan kemenangan.
Kesempatan Ikhwan tampil muncul ketika Julio Cesar mengalami masalah dan harus meninggalkan pertandingan pada menit ke-56. Pelatih Igor Tolic kemudian memberikan kepercayaan kepada Ikhwan untuk masuk sebagai pemain pengganti. Situasi tersebut membuat pemain muda Persib itu harus langsung beradaptasi dengan pertandingan yang berjalan dalam tempo tinggi. FC Seoul sedang berusaha keras mengejar ketertinggalan sehingga Ikhwan tidak memiliki banyak waktu untuk menyesuaikan diri. Ia akhirnya menghabiskan sekitar 35 menit di lapangan dan ikut bekerja bersama barisan pertahanan untuk menjaga keunggulan Persib. Kepercayaan tersebut sekaligus menjadi penampilan pertamanya dalam kompetisi antarklub Asia.
Ikhwan mengakui dirinya sempat merasa grogi ketika mengetahui akan tampil menghadapi FC Seoul. Status lawan sebagai klub Korea Selatan dengan kualitas dan tradisi sepak bola yang kuat membuat atmosfer pertandingan berbeda dibandingkan kompetisi domestik. Ketegangan tersebut terutama dirasakannya pada awal-awal berada di lapangan karena pertandingan sudah berjalan dengan intensitas tinggi. Namun, perasaan itu perlahan menghilang setelah dirinya mulai terlibat dalam permainan. Ikhwan mampu menyesuaikan diri dengan ritme pertandingan dan menjalankan instruksi yang diberikan tim pelatih. Setelah pertandingan berakhir, ia menyebut debut tersebut sebagai pengalaman berharga yang diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus berkembang.
Kesiapan Ikhwan juga menjadi faktor penting ketika kesempatan bermain datang secara mendadak. Ia mengatakan sudah mempersiapkan diri apabila sewaktu-waktu dibutuhkan pelatih meskipun memulai pertandingan dari bangku cadangan. Ketika Julio Cesar tidak dapat melanjutkan permainan, Ikhwan langsung mendapatkan instruksi untuk masuk. Pemain muda tersebut menegaskan kondisi fisik dan mentalnya sudah siap untuk menjalankan tugas yang diberikan. Situasi semacam itu menjadi bagian penting dari perkembangan pemain karena perubahan dapat terjadi kapan saja dalam pertandingan. Ikhwan berhasil memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendapatkan menit bermain pertamanya di kompetisi Asia. Debut dengan kemenangan kemudian menjadi tambahan kepercayaan diri baginya untuk menghadapi pertandingan berikutnya bersama Persib.
Kemenangan Persib semakin bernilai karena diraih di kandang FC Seoul. Berdasarkan catatan penyelenggara kompetisi, hasil tersebut menjadi awal yang sangat positif bagi wakil Indonesia dalam persaingan Grup E. Maung Bandung mampu mempertahankan keunggulan yang diperoleh sejak menit kelima meskipun tuan rumah berulang kali berusaha meningkatkan tekanan. Teja Paku Alam bersama para pemain bertahan harus menghadapi sejumlah peluang yang diciptakan FC Seoul sepanjang pertandingan. Persib juga mendapatkan beberapa kesempatan melalui serangan balik ketika tuan rumah mulai lebih banyak mengirim pemain ke depan. Disiplin permainan akhirnya menjadi salah satu faktor yang memungkinkan tim tamu mempertahankan skor tipis. Tiga poin dari Seoul memberikan modal penting sebelum Persib menjalani pertandingan berikutnya di kompetisi Asia.
Bagi Ikhwan, debut tersebut tidak ingin dijadikan sebagai titik tertinggi dalam perjalanan kariernya. Ia berharap pengalaman menghadapi FC Seoul menjadi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas permainan. Kesempatan bermain di level Asia memberikan gambaran mengenai tuntutan tempo, fisik dan konsentrasi yang berbeda dibandingkan pertandingan biasa. Ikhwan juga ingin mendapatkan lebih banyak kepercayaan dari tim pelatih dalam pertandingan mendatang. Persaingan mendapatkan tempat di skuad Persib membuat setiap kesempatan bermain harus dimanfaatkan dengan maksimal. Pemain yang sebelumnya pernah memperkuat Persis Solo tersebut menyadari dirinya masih harus terus berkembang untuk mendapatkan menit bermain secara konsisten. Kemenangan pada laga debut menjadi fondasi positif untuk mengejar target tersebut.
Persib sendiri tidak memiliki banyak waktu untuk menikmati keberhasilan di Korea Selatan. Setelah menyelesaikan pertandingan AFC Champions League Two, Maung Bandung harus kembali mengalihkan perhatian kepada kompetisi domestik. Persib dijadwalkan menghadapi Persijap Jepara pada pekan ketiga BRI Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Minggu, 20 September 2026 malam. Ikhwan berharap kembali mendapatkan kesempatan dari Igor Tolic dalam pertandingan tersebut. Ia menyatakan siap apabila dipercaya tampil setelah mendapatkan pengalaman penting di Seoul. Padatnya jadwal membuat kedalaman skuad menjadi faktor penting bagi Persib dalam membagi kekuatan antara kompetisi domestik dan Asia. Kondisi tersebut sekaligus membuka kesempatan bagi pemain muda seperti Ikhwan untuk mendapatkan peran lebih besar.
Debut Ikhwan Tanamal pada akhirnya menjadi salah satu cerita menarik di balik kemenangan Persib atas FC Seoul. Masuk ketika pertandingan sedang berlangsung ketat, ia mampu mengatasi rasa gugup dan ikut membantu tim menjaga keunggulan 1-0. Gol cepat Julio Cesar memang menjadi penentu skor, tetapi kerja disiplin seluruh pemain hingga menit terakhir memastikan tiga poin dapat dibawa pulang dari Korea Selatan. Bagi Persib, kemenangan tersebut merupakan awal positif dalam upaya bersaing di Grup E AFC Champions League Two 2026/2027. Sementara bagi Ikhwan, pertandingan di Seoul menjadi langkah pertama dalam perjalanan kariernya di pentas Asia. Pengalaman tersebut kini menjadi modal untuk terus meningkatkan kemampuan dan memperbesar peluang mendapatkan kepercayaan dalam pertandingan Persib berikutnya.