Jakarta, 1 November 2026 – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, harus mengakui keunggulan wakil tuan rumah Hakim Danish dalam sesi kualifikasi Moto3 Malaysia 2026 yang berlangsung di Sirkuit Internasional Sepang, Sabtu, 31 Oktober 2026. Veda yang memperkuat Honda Team Asia mengakhiri sesi penentuan posisi start di urutan kedelapan setelah mencatatkan waktu terbaik 2 menit 10,861 detik. Sementara itu, Hakim Danish tampil lebih cepat dengan torehan 2 menit 10,529 detik dan berhasil mengamankan posisi ketiga di belakang Maximo Quiles serta Brian Uriarte. Perbedaan waktu 0,332 detik antara kedua pembalap Asia Tenggara tersebut memperlihatkan ketatnya persaingan dalam perebutan posisi start menjelang balapan utama. Meski belum mampu menembus barisan terdepan, Veda tetap menunjukkan kemampuan bersaing dengan sejumlah pembalap papan atas dalam salah satu sesi kualifikasi yang berlangsung kompetitif. Hasil tersebut membuat pembalap berusia 17 tahun itu harus memulai perlombaan dari barisan ketiga, sedangkan Hakim Danish mendapatkan keuntungan dengan mengawali balapan dari barisan pertama.
Perjalanan Veda Ega Pratama sepanjang akhir pekan balapan di Malaysia sebenarnya menunjukkan perkembangan yang cukup menjanjikan sebelum memasuki sesi kualifikasi. Pembalap Indonesia tersebut berhasil menempati posisi ketiga dalam sesi Practice sehingga memperoleh kesempatan langsung mengikuti kualifikasi kedua atau Q2. Pencapaian tersebut memberikan modal penting karena Veda tidak perlu menjalani sesi Q1 yang biasanya menjadi tantangan tambahan bagi pembalap untuk memperebutkan tempat pada tahap berikutnya. Ketika Q2 dimulai, Veda sempat menunjukkan kecepatan kompetitif dan berada di posisi kedua di belakang Joel Kelso pada fase awal sesi. Namun, persaingan semakin meningkat ketika sejumlah pembalap mulai memperbaiki catatan waktu melalui percobaan putaran berikutnya. Perubahan posisi berlangsung cepat karena selisih waktu antarpembalap relatif kecil, sehingga satu putaran yang lebih baik dapat langsung menggeser beberapa posisi dalam klasemen sementara.
Situasi kualifikasi semakin menarik ketika David Almansa mencatatkan waktu 2 menit 10,571 detik dan sempat memimpin persaingan menuju pole position. Alvaro Carpe kemudian ikut memberikan tekanan dengan membukukan waktu 2 menit 10,604 detik, sementara Hakim Danish terus memperbaiki performanya di hadapan pendukung tuan rumah. Veda sempat mengalami penurunan posisi ketika pembalap lain berhasil mempertajam catatan waktu masing-masing. Memasuki sekitar tujuh menit terakhir, pembalap Honda Team Asia tersebut kembali menuju pit untuk melakukan penyesuaian sebelum melanjutkan upaya memperbaiki waktu putaran. Keputusan tersebut membuatnya harus memanfaatkan kesempatan yang tersisa secara maksimal karena posisi sementara terus berubah menjelang berakhirnya sesi. Pada akhirnya, Veda mampu mencatatkan waktu terbaik 2 menit 10,861 detik dan memastikan dirinya berada di posisi kedelapan, hanya tertinggal 0,006 detik dari Joel Kelso yang menempati urutan ketujuh.
Sementara Veda berjuang mempertahankan posisi delapan besar, Hakim Danish justru tampil mengesankan dengan mengamankan tempat di barisan pertama. Pembalap Malaysia yang memperkuat MT Helmets-MSI tersebut mencatatkan waktu 2 menit 10,529 detik dan hanya tertinggal 0,133 detik dari pembalap tercepat. Keberhasilan itu menjadi pencapaian penting bagi Danish karena diraih dalam balapan kandang yang menghadirkan perhatian besar dari penggemar otomotif Malaysia. Posisi ketiga juga memberikan keuntungan strategis karena dirinya dapat langsung bersaing dengan kelompok terdepan sejak tikungan pertama apabila mampu melakukan start dengan baik. Namun, persaingan perebutan pole position akhirnya dimenangkan Maximo Quiles yang mencatatkan waktu 2 menit 10,396 detik pada fase akhir kualifikasi. Brian Uriarte menyusul di posisi kedua dengan waktu 2 menit 10,480 detik, sedangkan David Almansa dan Alvaro Carpe harus puas menempati urutan keempat serta kelima.
Hasil kualifikasi tersebut turut memperlihatkan ketatnya persaingan antara pembalap yang menggunakan motor KTM dan Honda dalam kelas Moto3. Enam posisi terdepan ditempati pembalap yang menggunakan KTM, sedangkan Joel Kelso menjadi pembalap Honda tercepat setelah mengamankan urutan ketujuh. Veda berada tepat di belakang Kelso dengan selisih yang sangat tipis, memperlihatkan bahwa peningkatan kecil dalam catatan waktu dapat memberikan perubahan signifikan terhadap posisi start. Meskipun tertinggal dari Hakim Danish, pembalap Indonesia tersebut masih mempunyai kesempatan untuk memperbaiki posisi ketika balapan utama berlangsung. Karakteristik Moto3 yang sering menghadirkan persaingan rapat memungkinkan perubahan urutan terjadi melalui duel pengereman, pemanfaatan slipstream, dan kemampuan menjaga kecepatan saat keluar tikungan. Kendati demikian, peluang untuk meraih hasil lebih baik tetap bergantung pada kondisi lintasan, performa sepeda motor, strategi balapan, serta kemampuan pembalap menghindari kesalahan ketika menghadapi persaingan dalam kelompok besar.
Bagi Veda Ega Pratama, penampilan di Sepang menjadi bagian penting dari proses pengembangan kariernya dalam menghadapi persaingan balap motor tingkat dunia. Sebelumnya, pembalap Indonesia tersebut sempat mencuri perhatian ketika berhasil merebut pole position pada seri Australia di Sirkuit Phillip Island. Pencapaian itu memperlihatkan bahwa Veda memiliki kemampuan mencatatkan waktu kompetitif ketika menemukan pengaturan motor dan ritme berkendara yang sesuai dengan karakteristik lintasan. Namun, setiap sirkuit menghadirkan tantangan berbeda sehingga keberhasilan pada satu seri tidak selalu dapat langsung diulangi pada balapan berikutnya. Sepang dikenal memiliki lintasan panjang, tikungan cepat, serta sejumlah zona pengereman yang menuntut keseimbangan antara akselerasi, stabilitas motor, dan ketepatan pemilihan jalur. Dalam kondisi tersebut, kemampuan beradaptasi menjadi salah satu faktor penting bagi pembalap muda yang masih terus mengembangkan pengalaman menghadapi berbagai karakter sirkuit internasional.
Balapan utama Moto3 Malaysia 2026 dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 1 November 2026, pukul 11.00 WIB dengan Maximo Quiles mengawali perlombaan dari posisi terdepan. Hakim Danish akan memulai dari urutan ketiga, sedangkan Veda Ega Pratama berada di grid kedelapan dengan peluang memperbaiki posisinya sepanjang perlombaan. Perbedaan posisi start membuat kedua pembalap Asia Tenggara tersebut menghadapi tantangan yang tidak sama, terutama dalam menentukan strategi menghadapi lap-lap awal. Danish memiliki kesempatan mempertahankan tempat di kelompok depan, sementara Veda perlu memanfaatkan momentum start dan menjaga konsistensi agar tidak kehilangan kontak dengan pembalap di depannya. Hasil kualifikasi juga menjadi bahan evaluasi bagi Honda Team Asia untuk menentukan pendekatan teknis yang sesuai dengan kebutuhan pembalap Indonesia tersebut. Terlepas dari keunggulan Hakim Danish dalam sesi penentuan posisi start, catatan waktu Veda menunjukkan bahwa jaraknya dengan sejumlah pesaing masih cukup dekat untuk membuka persaingan pada balapan utama. Perhatian penggemar otomotif Indonesia pun tertuju pada kelanjutan perjuangan Veda di Sepang, dengan harapan pengalaman menghadapi persaingan ketat dapat semakin memperkuat kemampuannya dalam perjalanan karier internasional.