Jakarta, 29 Oktober 2026 – Aksi unjuk rasa yang melibatkan mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dan sejumlah elemen masyarakat di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Rabu (28/10/2026), berakhir ketika hujan mengguyur lokasi demonstrasi. Massa yang sebelumnya berkumpul untuk menyampaikan berbagai tuntutan mulai meninggalkan kawasan aksi setelah kondisi cuaca berubah. Demonstrasi tersebut digelar bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda sebagai momentum untuk menyuarakan aspirasi terkait persoalan nasional. Selama berlangsungnya kegiatan, peserta membawa berbagai pesan dan tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah. Kondisi hujan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kelanjutan kegiatan di lapangan. Pembubaran massa kemudian menandai berakhirnya rangkaian penyampaian aspirasi pada hari tersebut.
Aksi mahasiswa di kawasan Bundaran HI merupakan bagian dari kegiatan penyampaian pendapat di muka umum yang melibatkan kelompok mahasiswa dan masyarakat sipil. Peserta memanfaatkan momentum Hari Sumpah Pemuda untuk mengingatkan pentingnya peran generasi muda dalam mengawasi jalannya pemerintahan. Berbagai isu kebijakan publik menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut, termasuk persoalan demokrasi, penegakan hukum, dan perlindungan hak masyarakat. Mahasiswa menilai ruang penyampaian aspirasi tetap diperlukan agar kebijakan pemerintah dapat memperoleh masukan dan kritik dari masyarakat. Kehadiran peserta di ruang publik juga menunjukkan bahwa demonstrasi masih menjadi salah satu sarana partisipasi warga dalam kehidupan demokrasi. Meski berlangsung di tengah aktivitas perkotaan yang padat, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi peserta untuk menyampaikan pandangan secara langsung.
Berdasarkan pantauan di kawasan Dukuh Atas, massa aksi #IndonesiaSadar mulai membubarkan diri sekitar pukul 19.15 WIB setelah hujan mengguyur lokasi demonstrasi. Sebelum meninggalkan kawasan tersebut, peserta telah menyampaikan aspirasi di sekitar depan Gedung UOB. Hujan membuat sebagian mahasiswa mencari tempat berteduh, sedangkan peserta lainnya masih bertahan di beberapa titik. Kondisi itu menyebabkan barisan demonstran terpecah dan proses pembubaran berlangsung secara bertahap. Petugas gabungan tetap berjaga untuk memantau pergerakan massa sekaligus menjaga keamanan lingkungan sekitar. Meskipun sebagian besar peserta mulai meninggalkan lokasi, penumpukan massa masih terlihat di sejumlah titik pada tahap awal pembubaran.
ANTARA News
+1
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung turut memantau situasi ketika massa mulai meninggalkan kawasan demonstrasi. Melalui pengeras suara, ia mengimbau peserta agar membubarkan diri dengan tertib dan kembali ke tempat masing-masing. Reynold juga menyampaikan apresiasi terhadap peserta yang telah menyampaikan pendapat dalam kegiatan tersebut. Petugas keamanan kemudian melanjutkan pengawasan untuk memastikan tidak terjadi gangguan lanjutan setelah demonstrasi berakhir. Sejumlah personel tetap ditempatkan di sekitar jalan utama dan lokasi yang sebelumnya menjadi titik berkumpul peserta. Pengamanan tersebut dilakukan bersamaan dengan upaya memulihkan kondisi lalu lintas yang sempat terganggu selama aksi berlangsung.
Media Indonesia
Aksi #IndonesiaSadar sebelumnya mulai berlangsung sekitar pukul 14.30 WIB dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Selain BEM UI, kegiatan tersebut diikuti unsur mahasiswa dari Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, dan Universitas Brawijaya. Sejumlah kelompok masyarakat sipil, organisasi buruh, dan elemen lainnya juga bergabung dalam penyampaian aspirasi. Peserta datang dengan membawa identitas organisasi serta berbagai pesan yang mencerminkan tuntutan mereka terhadap kebijakan pemerintah. Keterlibatan berbagai kelompok tersebut menjadikan aksi tidak hanya mewakili satu kampus, tetapi merupakan kegiatan bersama sejumlah organisasi. Momentum Hari Sumpah Pemuda dipilih untuk menegaskan peran generasi muda dalam menyampaikan kritik dan mengawal kebijakan negara.
Nasional Katadata.co.id
+1
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan lima kelompok tuntutan yang berkaitan dengan persoalan lingkungan, ekonomi, pendidikan, penegakan hukum, dan kebebasan sipil. Salah satu tuntutan mereka adalah penetapan status bencana nasional terhadap kebakaran hutan dan lahan yang menjadi perhatian peserta. Massa juga mendesak penegakan hukum terhadap korporasi yang terbukti bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan serta pembenahan tata kelola lahan. Pada bidang ekonomi, mahasiswa meminta pemerintah mengevaluasi penggunaan anggaran negara agar lebih mengutamakan kebutuhan masyarakat. Mereka turut menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang menurut peserta perlu diawasi agar penggunaan anggarannya tepat sasaran. Seluruh tuntutan tersebut merupakan aspirasi dan penilaian kelompok demonstran yang disampaikan dalam kegiatan unjuk rasa.
Nasional Katadata.co.id
Persoalan pendidikan dan kesempatan kerja juga menjadi bagian penting dalam tuntutan yang disampaikan mahasiswa. Massa meminta pemerintah menurunkan biaya pendidikan serta memperluas pemerataan akses terhadap layanan dasar di berbagai daerah. Selain itu, mereka mendorong penciptaan lapangan pekerjaan berkualitas yang mampu memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat. Dalam bidang penegakan hukum, peserta mendesak pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme serta menolak penyalahgunaan kewenangan. Mereka juga menuntut perlindungan kebebasan berpendapat, penyelesaian pelanggaran hak asasi manusia, dan pembatasan keterlibatan militer dalam urusan sipil sesuai ketentuan hukum. Rangkaian tuntutan tersebut mencerminkan berbagai persoalan kebijakan publik yang menjadi perhatian kelompok mahasiswa dan organisasi masyarakat yang terlibat.
Rmol.id
+1
Meski pembubaran massa berlangsung setelah hujan turun, demonstrasi sebelumnya sempat diwarnai ketegangan antara sebagian peserta dan aparat keamanan. Sejumlah laporan dari lokasi menyebut adanya bentrokan sekitar pukul 18.20 WIB yang disertai penggunaan gas air mata dan kendaraan penyemprot air oleh kepolisian. Laporan lainnya menyebut sejumlah barang, termasuk pembatas jalan, sempat dibakar di sekitar kawasan demonstrasi. Kondisi tersebut membuat situasi di beberapa titik berbeda dengan area yang telah ditinggalkan peserta secara tertib. Hujan yang turun kemudian turut memengaruhi pergerakan massa dan menyebabkan sebagian peserta berpencar untuk mencari perlindungan. Perbedaan situasi di berbagai titik menunjukkan bahwa jalannya demonstrasi tidak sepenuhnya berlangsung dengan kondisi yang sama sepanjang kegiatan.
IDN Times
+1
Kegiatan demonstrasi juga berdampak terhadap arus kendaraan di kawasan Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan MH Thamrin. Selama berlangsungnya aksi, petugas melakukan penutupan sejumlah ruas jalan untuk mengantisipasi pergerakan massa dan menjaga keselamatan pengguna jalan. Pada saat pembubaran mulai berlangsung, arus kendaraan dari arah Semanggi menuju Bundaran HI maupun arah sebaliknya masih mengalami pembatasan. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan situasi lapangan sebelum membuka kembali akses kendaraan secara bertahap. Berdasarkan pantauan pada malam hari, arus lalu lintas di sekitar Bundaran HI mulai dibuka sekitar pukul 20.10 WIB. Kendaraan dari arah Jalan Jenderal Sudirman menuju Thamrin dan sebaliknya, termasuk akses Jalan Imam Bonjol serta Kebon Kacang, kembali dapat melintas setelah kondisi dinilai memungkinkan.
ANTARA News
+1
Setelah jalan kembali dibuka, aparat keamanan masih melakukan pemantauan terhadap kawasan yang sebelumnya dipenuhi demonstran. Pengawasan diperlukan untuk memastikan tidak ada kelompok massa yang kembali berkumpul dan mengganggu kelancaran lalu lintas. Selain itu, petugas juga perlu memastikan kondisi jalan aman bagi kendaraan setelah digunakan sebagai lokasi penyampaian aspirasi selama beberapa jam. Pembukaan akses transportasi menjadi bagian penting dari pemulihan aktivitas masyarakat di salah satu kawasan bisnis utama Jakarta. Kawasan Bundaran HI dan Dukuh Atas merupakan jalur penghubung berbagai pusat kegiatan ekonomi serta transportasi publik yang memiliki mobilitas tinggi. Karena itu, pengaturan lalu lintas selama dan setelah demonstrasi menjadi perhatian aparat untuk mengurangi dampak kegiatan terhadap masyarakat umum.
Berakhirnya aksi #IndonesiaSadar pada Rabu malam menandai selesainya kegiatan penyampaian aspirasi mahasiswa dan elemen masyarakat di kawasan Bundaran HI. Hujan yang mengguyur Jakarta menjadi salah satu faktor yang mempercepat pembubaran massa setelah demonstrasi berlangsung selama beberapa jam. Meski sempat terjadi ketegangan di sejumlah titik, sebagian besar peserta akhirnya meninggalkan lokasi dan arus lalu lintas secara bertahap kembali dibuka. Berbagai tuntutan mengenai lingkungan, ekonomi, pendidikan, penegakan hukum, dan kebebasan sipil telah disampaikan oleh kelompok mahasiswa selama aksi berlangsung. Belum ada kepastian mengenai tindak lanjut seluruh tuntutan tersebut maupun rencana kegiatan berikutnya dari organisasi peserta demonstrasi. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada respons pihak terkait serta langkah yang ditempuh mahasiswa dalam mengawal aspirasi yang telah mereka sampaikan.