Surabaya, 9 Juni 2026 – Kebutuhan pembangunan infrastruktur lingkungan kembali mendominasi aspirasi masyarakat dalam kegiatan reses anggota DPRD Surabaya. Berbagai usulan yang disampaikan warga menunjukkan bahwa perbaikan paving jalan, pembangunan dan normalisasi drainase, serta penambahan penerangan jalan umum (PJU) menjadi kebutuhan yang paling banyak diminta di berbagai wilayah kota. Aspirasi tersebut mencerminkan masih tingginya harapan masyarakat terhadap peningkatan kualitas infrastruktur dasar yang berhubungan langsung dengan aktivitas sehari-hari. Melalui forum reses, warga memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan berbagai kebutuhan yang dianggap mendesak agar dapat menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan daerah. Hasil penyerapan aspirasi tersebut nantinya akan menjadi bahan pembahasan dalam proses penyusunan program dan anggaran pembangunan.
Permintaan terkait paving jalan menjadi salah satu usulan yang paling sering disampaikan karena banyak warga menilai kondisi jalan lingkungan memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat. Jalan yang baik tidak hanya memudahkan aktivitas warga, tetapi juga mendukung kelancaran distribusi barang dan jasa di tingkat lingkungan. Di sejumlah kawasan, warga mengusulkan perbaikan jalan yang mengalami kerusakan akibat usia pemakaian maupun peningkatan volume aktivitas. Beberapa wilayah juga mengajukan pembangunan paving pada akses yang sebelumnya belum mendapatkan penanganan secara optimal. Infrastruktur jalan lingkungan yang memadai dinilai menjadi salah satu kebutuhan dasar yang berpengaruh langsung terhadap kenyamanan masyarakat.
Selain jalan lingkungan, persoalan drainase juga menjadi perhatian utama warga dalam berbagai pertemuan reses. Banyak masyarakat mengeluhkan saluran air yang tidak lagi mampu menampung debit air secara optimal, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan genangan yang mengganggu aktivitas warga dan dapat berdampak pada lingkungan sekitar. Oleh karena itu, usulan pembangunan, perbaikan, serta normalisasi drainase menjadi salah satu aspirasi yang paling banyak muncul. Warga berharap sistem drainase yang lebih baik dapat membantu mengurangi risiko genangan dan meningkatkan kualitas lingkungan permukiman.
Penerangan jalan umum atau PJU juga menjadi kebutuhan yang banyak disampaikan masyarakat. Keberadaan lampu penerangan dinilai penting untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan warga, terutama pada malam hari. Di beberapa kawasan, warga mengusulkan penambahan titik lampu karena masih terdapat area yang minim penerangan. Selain membantu aktivitas masyarakat, penerangan jalan yang memadai juga dianggap mampu mengurangi potensi gangguan keamanan dan meningkatkan rasa aman bagi pengguna jalan. Oleh karena itu, pembangunan dan pemeliharaan PJU menjadi salah satu aspek yang terus mendapat perhatian dalam perencanaan pembangunan kota.
Anggota DPRD Surabaya yang melaksanakan reses menyatakan bahwa berbagai aspirasi yang diterima akan dihimpun dan diperjuangkan dalam pembahasan program pembangunan daerah. Reses menjadi salah satu mekanisme penting bagi wakil rakyat untuk mengetahui kebutuhan riil masyarakat secara langsung. Melalui dialog dengan warga, berbagai persoalan yang dihadapi di tingkat lingkungan dapat dipetakan secara lebih akurat. Informasi tersebut kemudian menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan prioritas pembangunan yang akan diusulkan kepada pemerintah daerah. Pendekatan ini dinilai penting untuk memastikan bahwa kebijakan pembangunan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Pengamat tata kota menilai bahwa dominasi usulan terkait paving, drainase, dan PJU menunjukkan bahwa infrastruktur dasar masih menjadi kebutuhan utama di banyak kawasan perkotaan. Meskipun Surabaya dikenal sebagai salah satu kota besar dengan perkembangan infrastruktur yang cukup pesat, kebutuhan perbaikan dan peningkatan fasilitas lingkungan tetap terus muncul seiring pertumbuhan kawasan permukiman. Mereka menilai bahwa pembangunan infrastruktur skala lingkungan memiliki dampak langsung yang sangat dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, perhatian terhadap kebutuhan dasar semacam ini tetap penting meskipun pemerintah juga menjalankan berbagai proyek pembangunan yang lebih besar.
Di sisi lain, pemerintah daerah terus berupaya menyeimbangkan antara pembangunan infrastruktur strategis dan kebutuhan masyarakat di tingkat lingkungan. Berbagai program perbaikan jalan, penguatan sistem drainase, serta penambahan fasilitas penerangan telah dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran yang tersedia. Namun, luasnya wilayah dan beragamnya kebutuhan masyarakat membuat proses pembangunan harus dilakukan berdasarkan skala prioritas. Karena itu, hasil reses menjadi salah satu sumber informasi penting dalam menentukan lokasi dan jenis pembangunan yang perlu mendapatkan perhatian lebih cepat. Kolaborasi antara masyarakat, DPRD, dan pemerintah daerah dianggap penting agar pembangunan dapat berjalan secara efektif.
Ke depan, aspirasi yang disampaikan warga dalam kegiatan reses diharapkan dapat menjadi dasar dalam memperkuat pembangunan infrastruktur lingkungan di Surabaya. Permintaan terkait paving jalan, drainase, dan penerangan jalan umum menunjukkan bahwa masyarakat masih menempatkan kebutuhan dasar sebagai prioritas utama dalam meningkatkan kualitas hidup di lingkungan mereka. DPRD dan pemerintah daerah diharapkan dapat terus menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat untuk memastikan setiap program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan. Dengan perencanaan yang tepat dan pelaksanaan yang konsisten, berbagai persoalan infrastruktur lingkungan dapat ditangani secara bertahap. Pada akhirnya, pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan mendukung aktivitas warga secara berkelanjutan.