Jakarta, 3 November 2026 – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, mencatatkan pencapaian membanggakan pada musim debutnya di Kejuaraan Dunia Moto3 2026 bersama Honda Team Asia. Pembalap berusia 17 tahun asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tersebut berhasil melampaui catatan poin Ai Ogura ketika menjalani musim penuh pertamanya di kelas Moto3 pada 2019. Veda telah mengumpulkan 131 poin hingga Grand Prix Malaysia yang berlangsung pada Minggu, 1 November 2026, sekaligus membuktikan kemampuannya bersaing dengan pembalap muda dari berbagai negara. Ia juga telah mengoleksi sejumlah podium sepanjang musim, termasuk keberhasilan finis kedua pada balapan di Sirkuit Sepang. Pencapaian tersebut semakin istimewa karena Veda menjalani persaingan di kejuaraan dunia pada usia yang relatif muda. Keberhasilannya menembus barisan depan menjadi salah satu perkembangan penting bagi perjalanan pembalap Indonesia di ajang Grand Prix. Performa konsisten tersebut sekaligus memperlihatkan hasil pembinaan talenta balap motor nasional yang mulai mampu bersaing pada tingkat internasional. Bola.com+1
Catatan Veda menjadi perhatian setelah dirinya berhasil melewati perolehan 109 poin yang dicatatkan Ai Ogura bersama Honda Team Asia pada musim Moto3 2019. Ketika itu, Ogura mengakhiri musim penuh pertamanya dengan menempati peringkat ke-10 klasemen akhir setelah menjalani persaingan menghadapi sejumlah pembalap berpengalaman. Veda berhasil melampaui angka tersebut ketika tampil di Grand Prix Indonesia pada Oktober 2026 dengan mengumpulkan 115 poin dari 17 balapan. Keberhasilan tersebut diperoleh setelah dirinya finis keenam di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika dan mengamankan tambahan 10 poin. Dalam perbandingan statistik yang disampaikan laman resmi MotoGP, Ogura memperoleh 109 poin dari 18 balapan yang diikutinya pada 2019. Sementara itu, Veda sudah melampaui jumlah tersebut sebelum seluruh rangkaian musim 2026 selesai dilaksanakan. Perbandingan ini menjadi menarik karena keduanya sama-sama mengawali musim penuh Moto3 bersama Honda Team Asia. Meski jumlah balapan pada kedua musim berbeda, pencapaian Veda menunjukkan kemampuannya mengumpulkan poin secara konsisten sepanjang tahun pertamanya. The Official Home of MotoGP+1
Selain mencatatkan perolehan poin lebih tinggi, Veda juga menunjukkan kemampuan bersaing memperebutkan podium sejak awal musim. Pada Grand Prix Brasil, ia berhasil finis ketiga dan mencatatkan sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang meraih podium dalam balapan Grand Prix. Hasil tersebut menjadi tonggak penting karena sebelumnya pembalap Indonesia belum pernah menembus tiga besar dalam perlombaan kejuaraan dunia tersebut. Keberhasilan Veda semakin mendapat perhatian setelah dirinya kembali meraih podium ketiga pada Grand Prix Prancis. Dua pencapaian tersebut memperlihatkan bahwa penampilan kompetitifnya tidak hanya terjadi dalam satu kesempatan. Sebagai perbandingan, Ai Ogura mengoleksi satu podium ketika menjalani musim penuh pertamanya di Moto3 pada 2019, yakni melalui Grand Prix Aragon. Veda mampu melampaui jumlah podium tersebut ketika masih berusia 17 tahun, sedangkan Ogura meraih podium musim debut penuhnya saat berusia 18 tahun. Perbedaan catatan tersebut memperlihatkan perkembangan positif Veda dalam menghadapi tekanan persaingan sejak awal kariernya di kejuaraan dunia. detiksport+2
Perjalanan Veda sepanjang Moto3 2026 juga diwarnai berbagai hasil kompetitif yang membantu meningkatkan perolehan poinnya. Pada seri pembuka di Thailand, ia langsung menunjukkan potensi dengan menempati posisi kelima setelah memulai perlombaan dari urutan keempat. Penampilan tersebut menjadi modal penting bagi pembalap Indonesia itu untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat pada seri berikutnya. Ia kemudian kembali mencatatkan sejumlah hasil lima besar dalam beberapa perlombaan, termasuk di Spanyol dan Republik Ceko. Ketika tampil di Grand Prix Indonesia, Veda juga mampu bersaing dengan kelompok terdepan sebelum akhirnya menyelesaikan balapan pada posisi keenam. Meski sempat mengalami kegagalan finis di Amerika Serikat dan Belanda, ia mampu kembali mengumpulkan poin pada seri-seri berikutnya. Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa adaptasi di kelas Moto3 membutuhkan konsistensi, kemampuan membaca situasi balapan, serta pengelolaan risiko ketika bersaing dalam kelompok besar. Pengalaman menghadapi berbagai karakter sirkuit menjadi bekal penting bagi Veda untuk meningkatkan kemampuan teknis dan strategi balapnya. The Official Home of MotoGP+2
Pencapaian lainnya muncul ketika Veda berhasil merebut posisi start terdepan atau pole position pada sesi kualifikasi Grand Prix Australia 2026. Dalam sesi yang berlangsung di Sirkuit Phillip Island pada 24 Oktober, ia mencatatkan waktu tercepat satu menit 35,299 detik. Hasil tersebut menjadikannya pembalap Indonesia pertama yang meraih pole position dalam ajang Grand Prix. Keberhasilan tersebut menunjukkan kemampuan Veda mencatatkan waktu kompetitif dalam satu putaran ketika menghadapi persaingan ketat dari para pembalap lain. Sayangnya, perlombaan utama Moto3 Australia kemudian dibatalkan akibat kondisi cuaca buruk sehingga Veda tidak memiliki kesempatan mengubah posisi start terdepan menjadi tambahan poin. Meski demikian, catatan kualifikasi tersebut tetap menjadi pencapaian bersejarah bagi perjalanan pembalap Indonesia di kejuaraan dunia. Keberhasilan itu juga memperlihatkan bahwa Veda memiliki kecepatan yang dapat bersaing dengan pembalap papan atas dalam kondisi tertentu. Pengalaman di Phillip Island menjadi salah satu modal berharga untuk meningkatkan kepercayaan diri menghadapi persaingan pada seri berikutnya. Bola.com+1
Pada Grand Prix Malaysia yang berlangsung di Sirkuit Sepang, Minggu, 1 November 2026, Veda kembali menunjukkan kemampuan bersaing di kelompok depan. Memulai perlombaan dari posisi kedelapan, pembalap Honda Team Asia tersebut mampu memperbaiki posisinya melalui persaingan ketat sepanjang balapan. Ia akhirnya menyelesaikan perlombaan pada urutan kedua di belakang Maximo Quiles dan memperoleh tambahan 20 poin. Hasil tersebut menjadi pencapaian finis terbaik Veda sepanjang musim Moto3 2026 hingga seri Malaysia. Tambahan poin dari Sepang membuat total koleksinya meningkat menjadi 131 poin dan semakin mempertegas keberhasilannya melampaui catatan Ai Ogura. Selain podium, Veda juga telah membukukan satu pole position dan sejumlah hasil finis sepuluh besar yang memperlihatkan konsistensinya. Meski belum berhasil meraih kemenangan, kemampuan bersaing memperebutkan posisi terdepan menjadi perkembangan penting bagi pembalap yang baru menjalani musim pertamanya. Hasil di Malaysia sekaligus memberikan dorongan positif menjelang rangkaian balapan penutup musim yang masih akan berlangsung. Bola.com
Keberhasilan Veda Ega Pratama sepanjang Moto3 2026 menjadi salah satu pencapaian penting bagi perkembangan olahraga balap motor Indonesia. Pembalap kelahiran Wonosari pada 23 November 2008 tersebut sebelumnya telah menunjukkan bakatnya melalui berbagai kejuaraan pembinaan, termasuk keberhasilan menjuarai Idemitsu Asia Talent Cup 2023. Ia juga meraih posisi kedua dalam Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025 sebelum melanjutkan karier ke Kejuaraan Dunia Moto3 bersama Honda Team Asia. Pengalaman dari berbagai ajang tersebut membantu membentuk kemampuan teknis, mental bertanding, dan adaptasi terhadap persaingan internasional. Dengan musim 2026 yang masih menyisakan sejumlah seri, Veda memiliki kesempatan untuk kembali menambah poin dan memperbaiki posisinya dalam klasemen akhir. Namun, persaingan tetap menuntut konsistensi karena setiap balapan menghadirkan tantangan berbeda dari kondisi lintasan, strategi, hingga kekuatan lawan. Dukungan pembinaan yang berkelanjutan akan menjadi faktor penting agar perkembangan karier Veda dapat berlangsung secara bertahap dan terarah. Catatan poin yang telah melampaui Ai Ogura, keberhasilan meraih podium, serta pole position bersejarah menunjukkan bahwa pembalap muda Indonesia memiliki potensi untuk terus berkembang dalam persaingan balap motor dunia. Bola.com+2