Jakarta, 6 Mei 2026 – Uni Emirat Arab (UEA) mulai merasakan dampak besar dari memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Sektor pariwisata yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung ekonomi negara tersebut dilaporkan mengalami tekanan serius akibat situasi keamanan kawasan yang memburuk.
Kota-kota utama seperti Dubai dan Abu Dhabi disebut mengalami penurunan jumlah wisatawan internasional dalam beberapa pekan terakhir. Banyak wisatawan membatalkan perjalanan karena khawatir terhadap eskalasi konflik dan gangguan penerbangan di kawasan Timur Tengah.
Industri hotel, restoran, hingga maskapai penerbangan ikut terdampak. Tingkat hunian hotel di sejumlah kawasan wisata premium dilaporkan turun drastis, sementara berbagai acara bisnis dan konferensi internasional mulai ditunda atau dibatalkan.
Gangguan terhadap jalur penerbangan regional juga memperparah situasi. Penutupan sebagian ruang udara dan pembatalan penerbangan membuat ribuan wisatawan sempat terlantar dan kesulitan melanjutkan perjalanan.
Pelaku industri pariwisata di UEA mengaku kondisi saat ini menjadi salah satu periode tersulit dalam beberapa tahun terakhir. Banyak bisnis terpaksa mengurangi operasional hingga memangkas biaya untuk bertahan di tengah penurunan jumlah pengunjung.
Meski demikian, pemerintah UEA terus berupaya menjaga stabilitas sektor pariwisata dengan memperkuat keamanan, menjaga operasional bandara, dan memberikan dukungan kepada pelaku usaha yang terdampak.
Para analis menilai pemulihan sektor pariwisata UEA akan sangat bergantung pada perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah. Jika ketegangan antara AS dan Iran dapat mereda melalui jalur diplomasi, arus wisatawan diperkirakan perlahan kembali pulih.
Namun untuk saat ini, konflik geopolitik masih menjadi ancaman serius bagi industri pariwisata kawasan Teluk yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat perjalanan internasional terbesar di dunia.