Jakarta, 3 Oktober 2026 – Kepolisian Negara Republik Indonesia menggelar tradisi penyerahan Panji Tribrata sebagai bagian dari rangkaian pergantian kepemimpinan Kapolri. Panji tersebut diserahkan Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (2/10/2026). Prosesi juga disertai penyerahan tongkat komando kepada Suyudi. Tradisi tersebut menjadi penanda peralihan kepemimpinan, wewenang, dan tanggung jawab komando tertinggi di lingkungan Polri.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan, tradisi pergantian kepemimpinan itu bukan hanya kegiatan seremonial. Menurut Polri, prosesi tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap perjalanan pengabdian pejabat yang telah menyelesaikan tugasnya. Pada saat yang sama, tradisi itu menjadi peneguhan kembali nilai-nilai dan amanah institusi untuk kepemimpinan berikutnya. Rangkaian kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari proses internal dalam memastikan kesinambungan organisasi.
Panji Tribrata memiliki posisi penting dalam prosesi tersebut karena dipandang sebagai simbol kehormatan serta nilai-nilai luhur yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Tribrata sendiri merupakan pedoman hidup bagi anggota Polri dan telah menjadi bagian dari sejarah institusi kepolisian Indonesia sejak dekade 1950-an. Dalam lambang Polri, tiga bintang juga menggambarkan Tribrata sebagai pedoman hidup anggota kepolisian. Karena itu, penyerahan panji kepada Kapolri baru memiliki makna institusional yang lebih luas daripada sekadar perpindahan atribut upacara.
Upacara penyerahan Panji Tribrata berlangsung bersama rangkaian farewell parade untuk pejabat lama. Kegiatan diawali dengan Mars Polri dan penghormatan pasukan kepada Listyo Sigit serta Suyudi yang bertindak sebagai inspektur upacara. Setelah itu, tongkat komando dan Panji Tribrata diserahkan kepada Suyudi. Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan seremoni pengantaran tugas bagi Listyo Sigit dan mantan Wakapolri Dedi Prasetyo.
Pergantian kepemimpinan tersebut berlangsung setelah Presiden Prabowo Subianto melantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri di Istana Negara pada Kamis (1/10/2026). Suyudi menggantikan Listyo Sigit Prabowo, sementara Komjen Wahyu Hadiningrat dilantik sebagai Wakapolri menggantikan Dedi Prasetyo. Pelantikan Suyudi didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 96/POLRI Tahun 2026. Adapun pengangkatan Wahyu sebagai Wakapolri berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 97/POLRI Tahun 2026.
Dalam rangkaian pergantian tersebut, Polri juga menggelar tradisi pelepasan bagi pejabat yang telah menyelesaikan tugas di pucuk pimpinan Korps Bhayangkara. Listyo Sigit selanjutnya mendapat penugasan sebagai Kepala Staf Kepresidenan, sedangkan Dedi Prasetyo dipercaya memimpin Badan Reforma Agraria Nasional. Bagi institusi Polri, rangkaian pelepasan menjadi bentuk penghormatan terhadap masa pengabdian keduanya. Prosesi tersebut sekaligus menutup satu periode kepemimpinan dan mengawali kepemimpinan baru di tubuh kepolisian.
Dengan diterimanya Panji Tribrata dan tongkat komando, Suyudi secara simbolis menerima amanah kepemimpinan tertinggi Polri. Institusi kepolisian memaknai tradisi itu sebagai pengingat bahwa pergantian pejabat tetap membawa kesinambungan nilai, tanggung jawab, dan pedoman organisasi. Panji Tribrata menjadi simbol yang menghubungkan pengabdian kepemimpinan sebelumnya dengan tugas yang kini diemban pimpinan baru. Selanjutnya, Suyudi memimpin Polri bersama Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri dalam menjalankan tugas kepolisian sesuai ketentuan dan mandat institusi.