New York, 23 September 2026 – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bertemu Presiden Polandia Karol Nawrocki di New York, Amerika Serikat, di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81. Pertemuan berlangsung tertutup di Turkish House atau Turkevi Center pada Selasa, 22 September 2026. Kedua pemimpin membahas hubungan bilateral serta sejumlah perkembangan regional dan global. Perang Rusia-Ukraina dan situasi di Gaza menjadi dua isu internasional yang mendapat perhatian dalam pembicaraan. Erdogan juga mengangkat kerja sama ekonomi dan industri pertahanan antara Turki dan Polandia.
Dalam pembicaraan mengenai Ukraina, Erdogan menyampaikan bahwa Turki terus berupaya membantu mengakhiri perang Rusia-Ukraina. Ankara selama ini berusaha mempertahankan saluran komunikasi dengan berbagai pihak untuk mendukung proses diplomatik. Erdogan secara khusus menyoroti pentingnya menjaga keamanan navigasi di Laut Hitam. Kawasan tersebut memiliki posisi strategis bagi perdagangan internasional dan menjadi salah satu wilayah yang terdampak langsung oleh perang. Turki menyatakan akan terus bekerja untuk menjaga keamanan pelayaran di kawasan tersebut.
Isu keamanan Laut Hitam memiliki arti penting bagi kedua negara. Polandia merupakan anggota NATO yang berbatasan langsung dengan Ukraina dan memiliki kepentingan keamanan besar terhadap perkembangan perang. Turki juga merupakan anggota NATO sekaligus negara yang menguasai akses strategis menuju Laut Hitam melalui Selat Bosporus dan Dardanella. Kondisi tersebut membuat perkembangan keamanan kawasan menjadi perhatian bersama Ankara dan Warsawa. Dalam pertemuan dengan Nawrocki, Erdogan menegaskan kembali upaya Turki untuk mendukung berakhirnya konflik.
Selain Ukraina, Erdogan dan Nawrocki membicarakan perkembangan di Gaza. Erdogan menyampaikan pentingnya dukungan masyarakat internasional terhadap solusi dua negara untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas. Sikap tersebut konsisten dengan posisi yang disampaikan Erdogan dalam rangkaian pertemuannya selama berada di New York. Dalam pidatonya di Majelis Umum PBB, Erdogan juga menyerukan agar negara-negara yang belum mengakui Palestina mempertimbangkan kembali posisi mereka. Ia meminta tekanan internasional ditingkatkan untuk menghentikan perang di Gaza.
Erdogan sebelumnya juga membicarakan Gaza ketika bertemu Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Dalam pertemuan tersebut, Erdogan menekankan perlunya mempertahankan dasar bagi solusi dua negara dalam konflik Israel-Palestina. Ia juga membicarakan Ukraina dan meminta semua pihak bertindak secara bertanggung jawab untuk menjaga keselamatan navigasi di Laut Hitam. Rangkaian pertemuan itu menunjukkan Gaza dan Ukraina menjadi agenda utama diplomasi Erdogan selama Sidang Majelis Umum PBB. Pembicaraan dengan Nawrocki menjadi bagian dari agenda diplomatik tersebut.
Hubungan ekonomi Turki dan Polandia turut menjadi pembahasan. Erdogan mengatakan kedua negara perlu mengambil langkah yang dapat meningkatkan volume perdagangan bilateral. Ankara juga ingin memperluas kerja sama dengan Warsawa dalam berbagai sektor. Industri pertahanan menjadi salah satu bidang yang secara khusus disebut mempunyai peluang untuk dikembangkan. Kedua negara telah memiliki hubungan strategis yang berkembang selama beberapa dekade terakhir.
Hubungan Turki dan Polandia sebelumnya ditingkatkan menjadi kemitraan strategis melalui deklarasi yang ditandatangani pada 2009. Turki juga mendukung masuknya Polandia ke NATO pada 1999, sementara Polandia mendukung proses aksesi Turki ke Uni Eropa. Kedua negara sama-sama menjadi anggota NATO sehingga kerja sama pertahanan memiliki dimensi bilateral sekaligus terkait keamanan aliansi. Perkembangan perang Rusia-Ukraina semakin meningkatkan perhatian terhadap keamanan Eropa dan Laut Hitam. Pertemuan Erdogan dan Nawrocki menjadi kesempatan untuk membahas kepentingan bersama tersebut.
Selain isu politik dan keamanan, Erdogan mengundang Nawrocki menghadiri COP31 Leaders’ Summit yang akan diselenggarakan di Antalya, Turki. Undangan tersebut disampaikan langsung dalam pertemuan di New York. COP31 menjadi bagian lain dari agenda internasional yang ingin dimanfaatkan Ankara untuk memperkuat kerja sama dengan mitra-mitranya. Pembicaraan mengenai perubahan iklim tidak dirinci lebih jauh dalam keterangan resmi pertemuan. Namun, undangan itu menunjukkan hubungan bilateral kedua negara juga mencakup isu di luar keamanan dan perdagangan.
Pertemuan dengan Nawrocki merupakan bagian dari rangkaian diplomasi Erdogan selama menghadiri Sidang Majelis Umum PBB. Selain Presiden Polandia, Erdogan mengadakan pertemuan dengan sejumlah kepala negara dan pemerintahan serta Sekretaris Jenderal PBB. Isu Gaza, Ukraina, Iran, keamanan regional, perdagangan, dan kerja sama pertahanan muncul dalam sejumlah pertemuan tersebut. Erdogan sebelumnya juga menggunakan pidato di Majelis Umum untuk menyerukan reformasi Dewan Keamanan PBB dan memperluas pengakuan internasional terhadap negara Palestina. Agenda tersebut menggambarkan fokus Turki pada konflik regional sekaligus upaya memperluas hubungan bilateral.
Pertemuan Erdogan dan Nawrocki tidak menghasilkan pengumuman mengenai kesepakatan baru untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina maupun konflik di Gaza. Keterangan resmi lebih menekankan pertukaran pandangan serta posisi Turki mengenai kedua persoalan tersebut. Ankara menyatakan akan melanjutkan upaya untuk membantu mengakhiri perang Ukraina dan menjaga keamanan pelayaran di Laut Hitam. Untuk Gaza, Erdogan kembali menekankan dukungan terhadap solusi dua negara sebagai dasar perdamaian. Sementara dalam hubungan bilateral, Turki dan Polandia berupaya memperkuat perdagangan serta kerja sama industri pertahanan setelah pertemuan kedua pemimpin di New York.