Jakarta, 11 September 2026 – Polda Metro Jaya menggelar doa bersama untuk lima jurnalis yang dilaporkan hilang saat menjalankan tugas peliputan di kawasan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda. Kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan moral terhadap para korban sekaligus keluarga yang hingga kini masih menunggu perkembangan operasi pencarian. Jajaran kepolisian berharap seluruh jurnalis dapat segera ditemukan di tengah upaya tim SAR gabungan yang terus melakukan penyisiran di kawasan perairan. Doa bersama juga ditujukan kepada seluruh personel yang terlibat dalam operasi agar diberikan keselamatan selama menjalankan tugas di lapangan. Kondisi Selat Sunda dan aktivitas vulkanik Anak Krakatau membuat proses pencarian membutuhkan kehati-hatian tinggi. Kepolisian memastikan dukungan terhadap operasi pencarian akan terus diberikan sesuai kebutuhan tim di lapangan.
Kegiatan doa bersama diikuti jajaran kepolisian sebagai bentuk kepedulian terhadap musibah yang menimpa para pekerja media tersebut. Hilangnya lima jurnalis ketika menjalankan tugas menjadi perhatian karena mereka berada di kawasan dengan risiko vulkanik dan kondisi perairan yang dinamis. Para jurnalis diketahui berada di sekitar Anak Krakatau untuk melakukan peliputan sebelum akhirnya kehilangan kontak. Sejak laporan diterima, berbagai unsur dikerahkan untuk menelusuri perjalanan dan lokasi terakhir rombongan. Kepolisian turut membantu pengumpulan informasi yang dapat digunakan untuk mempersempit area pencarian. Setiap keterangan mengenai perjalanan sebelum hilang terus dicocokkan dengan data yang dimiliki tim SAR.
Polda Metro Jaya menyampaikan empati kepada keluarga yang menghadapi ketidakpastian selama proses pencarian berlangsung. Menunggu kabar anggota keluarga yang belum ditemukan dapat memberikan tekanan psikologis yang berat, terutama ketika operasi telah berlangsung selama beberapa hari. Dukungan terhadap keluarga karena itu dinilai sama pentingnya dengan pengerahan sumber daya untuk pencarian. Informasi perkembangan operasi perlu disampaikan secara berkala agar keluarga mengetahui langkah yang sedang dilakukan petugas. Pada saat yang sama, informasi yang belum terverifikasi harus dihindari karena dapat menimbulkan kecemasan tambahan. Kepolisian mengajak masyarakat memberikan dukungan tanpa menyebarkan spekulasi mengenai kondisi maupun keberadaan para korban.
Operasi pencarian sendiri terus dioptimalkan oleh tim SAR gabungan dengan melibatkan berbagai unsur. Kapal pencarian menyisir kawasan berdasarkan titik terakhir yang diketahui serta perkiraan pergerakan arus laut. Kondisi angin, gelombang, dan cuaca menjadi pertimbangan karena dapat memengaruhi arah perpindahan kapal maupun benda yang berada di permukaan. Data tersebut dievaluasi secara berkala agar area operasi dapat diperbarui sesuai perkembangan. Pengamatan dari udara juga dapat digunakan untuk memperluas jangkauan ketika kondisi cuaca memungkinkan. Koordinasi antara unsur laut dan udara diperlukan agar wilayah yang telah diperiksa dapat dipetakan secara efektif.
TNI Angkatan Laut turut memperkuat operasi dengan pengerahan kapal dan personel di kawasan Selat Sunda. Kehadiran armada tersebut membantu memperluas penyisiran sekaligus memberikan dukungan terhadap tim SAR lainnya. Petugas mengamati kemungkinan adanya serpihan, perlengkapan, maupun benda yang dapat memberikan petunjuk mengenai posisi rombongan. Setiap temuan harus melalui proses identifikasi sebelum dinyatakan memiliki hubungan dengan kapal yang digunakan para jurnalis. Proses tersebut penting karena Selat Sunda merupakan jalur pelayaran aktif sehingga berbagai benda dapat ditemukan mengapung di perairan. Informasi yang benar-benar terverifikasi kemudian digunakan untuk menentukan arah operasi berikutnya.
Sejumlah petunjuk yang ditemukan selama pencarian juga terus diperiksa. Sebelumnya terdapat pelampung yang sempat diduga berkaitan dengan kapal rombongan, tetapi pemilik kapal menyatakan benda tersebut bukan bagian dari perlengkapan kapalnya. Mobil yang digunakan para jurnalis sebelum menuju kawasan Anak Krakatau juga diketahui masih terparkir di penginapan. Temuan kendaraan membantu petugas menyusun kembali perjalanan rombongan sebelum bergerak menuju laut. Keterangan dari pengelola penginapan, pemilik kapal, nelayan, dan orang yang terakhir berkomunikasi dengan rombongan menjadi bagian penting dalam penyusunan kronologi. Data komunikasi juga dapat membantu apabila tersedia dan dapat dianalisis sesuai prosedur.
Aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi tantangan tambahan bagi personel yang melakukan pencarian. Badan Geologi masih mencatat aktivitas kegempaan meskipun fase erupsi menerus sebelumnya telah berakhir. Kondisi tersebut membuat seluruh unsur pencarian harus memperhatikan batas aman dan perkembangan aktivitas vulkanik sebelum bergerak mendekati kawasan tertentu. Erupsi dapat menghasilkan abu maupun material vulkanik yang membahayakan kapal dan personel apabila berada terlalu dekat. Abu yang terbawa angin juga dapat memengaruhi jarak pandang untuk pengamatan dari udara. Karena itu, informasi dari petugas pemantauan gunung api menjadi bagian penting dalam menentukan keselamatan operasi.
Pencarian terhadap lima jurnalis tersebut direncanakan terus dioptimalkan hingga Senin mendatang. Tim akan menggunakan waktu yang tersedia untuk memperluas penyisiran sekaligus menindaklanjuti seluruh informasi yang dinilai relevan. Keputusan mengenai tahapan berikutnya akan ditentukan berdasarkan evaluasi hasil operasi, kondisi lapangan, dan pertimbangan teknis dari seluruh unsur yang terlibat. Semakin lama pencarian berlangsung, analisis pergerakan arus menjadi semakin penting karena kemungkinan posisi dapat bergeser jauh dari titik awal. Nelayan dan kapal yang melintas juga diminta meningkatkan perhatian terhadap benda atau tanda mencurigakan di laut. Setiap informasi dapat dilaporkan kepada petugas agar segera diperiksa.
Musibah tersebut sekaligus mengingatkan pentingnya perlindungan keselamatan bagi pekerja media yang melakukan peliputan di kawasan bencana. Jurnalis sering berada dekat dengan lokasi berisiko untuk memberikan informasi kepada masyarakat sehingga membutuhkan persiapan dan perlengkapan keselamatan yang memadai. Peliputan gunung api, laut, banjir, gempa, maupun bencana lainnya membutuhkan penilaian risiko sebelum tim bergerak ke lapangan. Koordinasi dengan petugas kebencanaan dapat membantu menentukan wilayah yang aman untuk kegiatan jurnalistik. Perusahaan media juga memiliki peran memastikan personelnya mendapatkan perlengkapan, prosedur komunikasi, serta rencana darurat. Keselamatan harus tetap menjadi prioritas meskipun kebutuhan informasi publik berlangsung cepat.
Doa bersama yang digelar Polda Metro Jaya menjadi bagian dari dukungan terhadap lima jurnalis dan keluarga mereka selama operasi pencarian masih berlangsung. Jajaran kepolisian berharap seluruh korban dapat segera ditemukan sekaligus meminta masyarakat memberikan ruang kepada tim SAR untuk bekerja berdasarkan prosedur yang telah ditetapkan. Dukungan terhadap keluarga akan terus dibutuhkan selama belum terdapat kepastian mengenai keberadaan rombongan. Di lapangan, tim gabungan masih mengoptimalkan kapal, personel, analisis arus, dan pengamatan udara untuk memperbesar peluang menemukan petunjuk baru. Keselamatan seluruh petugas juga menjadi perhatian mengingat aktivitas Anak Krakatau belum sepenuhnya berhenti. Seluruh pihak berharap operasi yang terus dilakukan dapat segera menghasilkan perkembangan dan memberikan kepastian bagi keluarga lima jurnalis yang masih menunggu kabar.