Jakarta, 8 September 2026 – Marc Marquez menyebut Sirkuit Internasional Mandalika sebagai lintasan terburuk baginya menjelang rangkaian terakhir MotoGP 2026. Pernyataan tersebut bukan ditujukan untuk menilai kualitas fasilitas atau penyelenggaraan balapan di Indonesia, melainkan merujuk pada catatan pribadinya yang selalu buruk ketika tampil di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Sejak MotoGP Indonesia kembali digelar di Mandalika pada 2022, Marquez belum sekalipun berhasil menyelesaikan balapan utama pada hari Minggu. Kecelakaan, masalah teknis, hingga insiden dengan pembalap lain silih berganti menghentikan langkahnya. Mandalika pun menjadi salah satu lintasan yang paling dikhawatirkan Marquez ketika persaingan gelar MotoGP 2026 memasuki fase penting.
Pembalap Ducati Lenovo tersebut mengungkapkan kekhawatirannya setelah tampil kuat di MotoGP Aragon 2026. Ketika ditanya mengenai lintasan yang paling membuatnya khawatir dari sembilan seri tersisa, Marquez langsung menunjuk Indonesia. Berdasarkan pengalamannya, hampir setiap kunjungan ke Mandalika selalu meninggalkan kenangan buruk. Sebaliknya, ia merasa relatif nyaman menghadapi sebagian besar sirkuit lain yang masih tersisa dalam kalender. Karena itu, Marquez memilih menjalani persaingan kejuaraan secara bertahap dari satu balapan ke balapan berikutnya tanpa terlalu jauh memikirkan seri Indonesia.
Cerita buruk Marquez di Mandalika bermula pada penyelenggaraan MotoGP Indonesia 2022. Ketika itu, pembalap asal Cervera tersebut mengalami kecelakaan highside sangat keras saat sesi pemanasan sebelum balapan utama. Tubuhnya terlempar ke udara sebelum menghantam permukaan lintasan dan membuatnya harus menjalani pemeriksaan medis. Marquez mengalami gegar otak dan dinyatakan tidak dapat mengikuti balapan utama. Insiden tersebut bahkan menjadi salah satu kecelakaan paling keras yang dialaminya dalam beberapa musim dan sempat kembali memunculkan masalah diplopia atau gangguan penglihatan yang pernah dialaminya.
Kesempatan memperbaiki catatan datang pada MotoGP Indonesia 2023, tetapi hasilnya kembali mengecewakan. Marquez terjatuh pada Sprint Race ketika balapan bahkan belum menyelesaikan putaran pertama. Pada balapan utama sehari kemudian, ia kembali mengalami kecelakaan dan gagal mencapai garis finis. Dua kecelakaan dalam satu akhir pekan memperpanjang kesulitan Marquez menaklukkan karakter Sirkuit Mandalika. Ketika itu dirinya masih memperkuat Repsol Honda dan menghadapi musim yang penuh tantangan bersama motor RC213V.
Perpindahan ke Gresini Racing dan penggunaan motor Ducati pada musim 2024 ternyata belum mampu mengubah keberuntungan Marquez di Indonesia. Ia sempat memperlihatkan hasil lebih menjanjikan dengan finis ketiga dalam Sprint Race. Harapan untuk akhirnya menyelesaikan balapan utama kemudian kembali kandas akibat persoalan teknis. Desmosedici GP23 yang dikendarainya mengalami masalah mesin ketika perlombaan memasuki sekitar putaran ke-12. Asap kemudian terlihat keluar dari motor sebelum Marquez menepi dan menghentikan perlombaan, sehingga catatan tanpa finis pada balapan utama Mandalika kembali berlanjut.
Musim 2025 justru memberikan konsekuensi paling berat terhadap kondisi fisiknya. Marquez datang ke Mandalika dengan status pembalap Ducati Lenovo dan sempat menyelesaikan Sprint Race di posisi keenam. Namun, balapan utama berakhir hanya dalam waktu singkat setelah terjadi insiden dengan Marco Bezzecchi pada putaran pertama. Keduanya terjatuh dan terseret menuju area gravel, sementara Marquez kemudian diketahui mengalami cedera kompleks pada bahu kanannya. Kecelakaan tersebut tidak hanya membuatnya kembali gagal menyelesaikan MotoGP Indonesia, tetapi juga membawa dampak yang masih dirasakan sepanjang musim berikutnya.
Dokter bedah Samuel Antuna yang menangani kondisi Marquez mengungkapkan kecelakaan di Indonesia pada 2025 mengubah keadaan lengan kanan pembalap tersebut secara signifikan. Sebelum kecelakaan, Marquez disebut dapat membalap tanpa rasa sakit maupun keluhan berarti meskipun telah mempunyai riwayat panjang cedera dan operasi. Setelah insiden Mandalika, persoalan pada bahu berkembang dan kemudian berkaitan dengan gangguan saraf radial. Marquez bahkan dapat kehilangan kontrol atau sensasi pada lengannya ketika berada dalam posisi tertentu. Operasi tambahan akhirnya diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut.
Dampak dari rangkaian cedera dan operasi membuat kekuatan lengan kanan Marquez kini diperkirakan hanya sekitar 50 persen dari kapasitas normalnya. Kondisi paling terasa berada pada kekuatan bisep, sementara beberapa kelompok otot lain juga mengalami perubahan akibat berbagai prosedur bedah yang telah dijalaninya. Keterbatasan tersebut membuat Marquez harus menyesuaikan teknik ketika mengendalikan motor, khususnya pada lintasan yang memberikan beban besar terhadap sisi kanan tubuh. Kendati demikian, kemampuan adaptasinya membuat Marquez tetap mampu tampil kompetitif. Ia bahkan berhasil meraih sejumlah kemenangan setelah kembali dari operasi pada musim 2026.
Karakter Mandalika membuat tantangan Marquez semakin besar. Lintasan sepanjang 4,3 kilometer tersebut membutuhkan kecepatan menikung yang tinggi dan memiliki kombinasi tikungan yang menuntut perubahan arah secara cepat. Karakter semacam itu bukan kondisi paling menguntungkan bagi Marquez yang kini harus mengelola keterbatasan bahu dan lengan kanannya. Berbeda dengan sirkuit yang berjalan berlawanan arah jarum jam dan memiliki banyak tikungan kiri, Mandalika dapat memberikan tuntutan fisik berbeda terhadap tubuhnya. Karena itu, seri Indonesia dipandang sebagai salah satu balapan di mana Marquez perlu membatasi kerugian poin daripada mengambil risiko berlebihan.
Situasi tersebut menjadi semakin penting karena Marquez sedang berada dalam persaingan gelar MotoGP 2026. Setelah meraih hasil maksimal di Aragon, ia berhasil memangkas ketertinggalan menjadi hanya 19 poin dari pemimpin klasemen Jorge Martin. Marquez menyadari setiap kegagalan finis pada fase akhir musim dapat memberikan dampak besar terhadap peluangnya merebut gelar. Strateginya adalah memaksimalkan poin pada lintasan yang sesuai dengan karakter dirinya dan Ducati, kemudian bertahan sebaik mungkin pada sirkuit yang dianggap lebih sulit. Dalam skenario tersebut, Mandalika menjadi salah satu ujian terbesar.
MotoGP Indonesia 2026 dijadwalkan berlangsung di Sirkuit Internasional Mandalika pada 9-11 Oktober. Balapan tersebut akan memberikan kesempatan kelima kepada Marquez untuk akhirnya mematahkan rangkaian hasil buruknya di Indonesia. Sejauh ini pencapaian terbaiknya di Mandalika hanya datang melalui Sprint Race, sementara balapan utama selalu berakhir tanpa finis sejak 2022. Dengan kondisi lengan kanan yang tidak lagi sempurna dan persaingan gelar yang ketat, pendekatan Marquez kemungkinan akan jauh lebih terukur dibandingkan musim-musim sebelumnya. Mandalika kini bukan sekadar lintasan yang belum berhasil ditaklukkannya, tetapi juga tempat yang menyimpan sederet kecelakaan dan pengalaman pahit dalam perjalanan panjang karier juara dunia tersebut.