Jakarta, 18 Mei 2026 – Pemerintah Iran dilaporkan membentuk badan khusus baru untuk mengelola lalu lintas maritim di Selat Hormuz sekaligus menerapkan mekanisme tarif bagi kapal-kapal yang melintas di jalur strategis tersebut. Kebijakan ini langsung menjadi perhatian dunia internasional karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan energi paling penting di dunia yang dilalui sebagian besar distribusi minyak dan gas global. Iran menyebut sistem baru tersebut bertujuan mengatur keamanan dan pengelolaan lalu lintas kapal secara lebih terpusat di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik kawasan Teluk. Langkah ini juga dinilai menjadi bagian dari strategi Teheran memperkuat kontrol terhadap jalur laut vital yang selama ini menjadi pusat perhatian negara-negara besar dunia.
Pengamat geopolitik menjelaskan Selat Hormuz memiliki posisi sangat strategis karena menjadi jalur utama ekspor energi dari negara-negara Teluk menuju pasar global. Setiap perubahan kebijakan di kawasan tersebut hampir selalu memengaruhi pasar energi internasional dan stabilitas perdagangan dunia. Dalam beberapa bulan terakhir, ketegangan antara Iran dan negara-negara Barat kembali meningkat sehingga isu pengelolaan Selat Hormuz menjadi semakin sensitif. Iran disebut ingin menerapkan sistem persetujuan dan pengaturan transit kapal melalui badan baru yang dibentuk untuk mengelola arus pelayaran di kawasan tersebut.
Selain pengaturan lalu lintas kapal, Iran juga dilaporkan akan mengenakan biaya atau tarif tertentu kepada kapal komersial yang menggunakan jalur tersebut. Pengamat ekonomi maritim menilai kebijakan ini berpotensi memengaruhi biaya logistik global apabila diterapkan secara luas dan konsisten. Selat Hormuz selama ini menjadi salah satu jalur laut tersibuk dunia sehingga tambahan biaya transit dapat berdampak pada harga energi dan distribusi barang internasional. Di sisi lain, sejumlah negara Barat disebut mempertanyakan legalitas kebijakan tersebut karena jalur internasional seperti Selat Hormuz selama ini diatur dalam hukum laut internasional mengenai hak lintas damai dan transit internasional.
Badan baru yang dibentuk Iran disebut bertugas mengoordinasikan persetujuan transit, pengawasan jalur kapal, hingga pengelolaan pembayaran tarif yang dikenakan kepada operator kapal. Sejumlah laporan menyebut Iran bahkan telah mulai menerima pemasukan awal dari pungutan tarif kapal yang melintas di kawasan tersebut. Kebijakan ini memunculkan kekhawatiran di industri pelayaran internasional karena perusahaan pelayaran kini harus mempertimbangkan risiko tambahan, termasuk potensi sanksi dan ketidakpastian geopolitik di kawasan Teluk.
Pembentukan badan khusus pengelola Selat Hormuz oleh Iran kini menjadi salah satu perkembangan geopolitik paling penting di kawasan Timur Tengah tahun ini. Banyak negara dan pelaku industri energi global diperkirakan akan terus memantau implementasi kebijakan tersebut karena dampaknya dapat memengaruhi stabilitas perdagangan dan harga energi dunia. Di tengah meningkatnya tensi geopolitik global, pengelolaan jalur laut strategis seperti Selat Hormuz dipandang akan tetap menjadi isu krusial yang menentukan arah keamanan dan ekonomi internasional dalam beberapa waktu ke depan