Bogota, 27 Agustus 2026 – Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang wilayah barat Kolombia pada 10 Agustus 2026 kembali bertambah. Berdasarkan pembaruan terbaru otoritas penanggulangan bencana Kolombia, sedikitnya 331 orang dinyatakan tewas, sementara 240 orang lainnya masih hilang. Sebanyak 4.449 orang juga dilaporkan mengalami luka-luka.
Gempa tersebut tercatat terjadi pada pukul 07.34 waktu setempat dengan pusat gempa berada di sekitar San José del Palmar, Departemen Chocó. Dengan kekuatan M 7,4, gempa ini disebut sebagai salah satu guncangan paling kuat yang melanda Kolombia pada abad ini. Getarannya dirasakan di sejumlah wilayah dan menimbulkan kerusakan luas pada permukiman maupun fasilitas umum.
Data terbaru Unit Nasional Manajemen Risiko Bencana Kolombia (UNGRD) menunjukkan sebanyak 406.273 orang dari 188.034 keluarga telah terdata sebagai warga terdampak. Mereka tersebar di 494 munisipalitas yang berada di 16 dari total 32 departemen di Kolombia.
Besarnya jumlah warga terdampak membuat proses penanganan bencana masih berlangsung. Pemerintah bersama berbagai lembaga terkait terus melakukan pendataan, pencarian korban, evakuasi, serta penyaluran bantuan kepada masyarakat yang kehilangan tempat tinggal atau mengalami kerusakan rumah.
Kerusakan bangunan juga tercatat sangat besar. Data UNGRD menyebut 33.275 rumah mengalami kehancuran total, sedangkan 185.889 rumah lainnya mengalami kerusakan. Selain hunian warga, berbagai fasilitas penting seperti pusat kesehatan, sekolah, bangunan komunitas, jalan, jembatan, bandara, hingga jaringan air bersih ikut terdampak.
Sedikitnya 376 pusat kesehatan mengalami kerusakan akibat gempa. Dampak juga dirasakan sektor pendidikan dengan 3.819 fasilitas pendidikan terdampak. Sementara itu, sebanyak 4.337 fasilitas komunitas dilaporkan mengalami kerusakan sehingga aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah ikut terganggu.
Infrastruktur transportasi juga mengalami kerusakan serius. Otoritas mencatat 440 ruas jalan terdampak, bersama 74 jembatan kendaraan dan 17 jembatan bagi pejalan kaki. Lima bandara serta 119 sistem penyediaan air juga mengalami gangguan. Kondisi tersebut menyulitkan mobilisasi bantuan menuju beberapa wilayah yang terdampak paling parah.
Tim penyelamat masih melanjutkan operasi di sejumlah lokasi yang mengalami kerusakan berat. Sebanyak 364 orang telah berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup. Namun, keberadaan 240 orang yang masih dinyatakan hilang membuat operasi pencarian terus menjadi prioritas.
Selain korban manusia, bencana juga berdampak terhadap hewan. Data terbaru mencatat 2.149 hewan terdampak, sementara 2.949 lainnya telah berhasil diselamatkan selama operasi tanggap darurat berlangsung.
Besarnya perubahan angka korban dari hari ke hari menunjukkan proses pendataan masih berjalan. Sebelumnya, UNGRD melaporkan jumlah korban meninggal sebanyak 329 orang pada 22 Agustus, sebelum kemudian diperbarui menjadi 331 orang. Perbedaan angka dalam laporan sebelumnya juga dipengaruhi proses verifikasi data dari berbagai wilayah terdampak.
Pemerintah Kolombia masih melakukan konsolidasi data bersama pemerintah daerah dan lembaga operasional yang berada di lapangan. Karena itu, angka korban maupun kerusakan masih dapat berubah seiring proses pencarian dan pemeriksaan di lokasi bencana.
Gempa yang berpusat di wilayah Chocó tersebut memberikan dampak luas hingga sejumlah wilayah di bagian barat Kolombia. Kondisi geografis dan kerusakan infrastruktur membuat proses pemulihan membutuhkan waktu, terutama di daerah yang akses jalannya mengalami kerusakan.
Dengan korban tewas yang telah mencapai 331 orang dan lebih dari 406 ribu jiwa terdampak, gempa M 7,4 ini menjadi salah satu bencana paling mematikan yang dialami Kolombia dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah kini berfokus pada pencarian warga yang masih hilang, pemenuhan kebutuhan para penyintas, serta pemulihan fasilitas penting yang rusak akibat gempa.